“Bersahabat Baiklah dengan Pasangan”

“It’s important for couples to be friends first and to respect each other as individuals.”

“Penting bagi pasangan untuk menjadi teman baik terlebih dahulu dan saling menghormati sebagai individu.”

                                  ~ Anupam Kher ~    

Bersahabat Baiklah dengan Pasangan

(oleh: Toni Yoyo)

Kenyataan memperlihatkan bahwa banyak orang memperlakukan orang lain jauh lebih baik dan lebih menghormat dibanding memperlakukan pasangannya sendiri. Ini juga mungkin terjadi pada diri kita. Bisa saja hal ini dikarenakan pasangan dianggap sebagai “orang sendiri” sehingga tidak apa-apa jika diperlakukan ala kadarnya atau kurang baik. Sedangkan kalau ke orang lain haruslah baik untuk menjaga reputasi diri.

Tentu saja ini sebenarnya terbalik. Pasangan seharusnya adalah orang terdekat, orang yang kita harapkan akan bersama-sama dengan kita mengarungi kehidupan, baik dalam suka maupun duka. Pasangan seharusnya merupakan orang yang akan terus bersama kita meskipun orang-orang lainnya telah meninggalkan kita.

Jika kita memiliki sesuatu yang sangat berharga atau bernilai tinggi, kita akan menjaganya, merawatnya, dan melakukan yang terbaik untuknya. Pasangan seharusnya merupakan orang yang paling berharga bagi kita dibanding kebanyakan orang-orang lainnya. Oleh karenanya, kita harus menempatkan pasangan jauh lebih tinggi dibanding orang-orang yang lain. Kita harus memprioritaskan pasangan jauh di atas orang-orang lainnya, baik dalam pikiran, ucapan, maupun perbuatan.

Dalam perjalanan kehidupan berpasangan dan berkeluarga, dimulai umumnya dengan masa berpacaran guna menjajaki lebih dalam satu sama lain. Bagi sebagian besar orang, masa pacaran dirasakan sangat indah. Dunia menjadi cerah dan berwarna warni. Pacar diperlakukan secara istimewa. Orang lain boleh keluar dari kehidupannya asalkan pacar tetap bersamanya.

Jika segala sesuatu berjalan dengan baik dan lancar, proses akan berlanjut ke tahapan resmi menikah. Awal kehidupan berumah tangga bagi sebagian besar orang sangatlah indah dan menyenangkan. Setiap hari serasa meneguk madu manis. Dengan berjalannya waktu, cinta yang tadinya semanis madu mulai menurun rasa dan emosinya. Bukan berarti kadar cintanya menurun namun perasaan atau emosi yang menyertai cinta tersebut dapat menurun.

Jika proses kehidupan normal berpasangan dan berkeluarga berlanjut, akan lahirlah anak pertama, yang mungkin disambung oleh anak-anak berikutnya. Kompleksitas dan permasalahan kehidupan meningkat dengan drastis. Antar dua orang yang berpasangan harus berbagi tugas untuk menyelesaikan segala sesuatu dengan sebaik mungkin. Fokus awal yang sepenuhnya ke pasangan menjadi teralihkan ke banyak hal lain dalam kehidupan. Perasaan dan emosi yang menyertai cinta kepada pasangan dapat semakin menurun dengan berjalannya waktu.

Jika kita tidak waspada dan tidak sepenuhnya memahami fenomena ini, kita bisa terkaget-kaget mendapati diri kita sudah jauh berkurang perasaan dan emosi terhadap pasangan dibanding sewaktu masih berpacaran dan di masa awal berumah tangga. Bahkan tidak jarang didapati rasa hambar terhadap pasangan meskipun kadar cinta dan komitmennya tetap sama seperti dulu. Seringkali perasaan dan emosi kepada anak jauh lebih besar dibanding kepada pasangan.

Untuk mempertahankan perasaan dan emosi yang menyertai cinta kepada pasangan bisa terus sama seperti masa berpacaran dan awal berumah tangga adalah sesuatu yang berat bagi kebanyakan pasangan. Yang paling realistis adalah menempatkan dan memperlakukan pasangan ibarat sahabat baik. Sebagai seorang sahabat baik, tentu saja kita akan menjaga, mendukung, dan memprioritaskan pasangan sebaik-baiknya sebagai orang yang utama.

Bersahabat baik dengan pasangan berarti jarak di antara kita dengan pasangan juga tidak terlalu jauh, yang bisa menyebabkan kekakuan dalam berinteraksi. Seperti dengan sahabat baik yang lain, meskipun kita merasa dekat namun tetap ada jarak yang membuat kita terus menjaga komunikasi dan hubungan yang baik dengan pasangan.

Ingatlah wahai couples, jadilah sahabat yang baik bagi pasangan. Berdirilah di sisinya pada saat-saat sulit. Tampunglah air matanya di saat duka. Jadilah telinga yang mendengarkan dengan simpatik atas curahan hatinya. Berilah selamat saat dia sukses. Dan masih banyak lagi peran kita sebagai sahabat yang baik bagi pasangan.

“Jadilah sahabat baik bagi pasangan dengan melakukan peran sebagai sahabat yang baik secara maksimal. Berdirilah di sisinya di saat sulit. Tampunglah air matanya di saat duka. Jadilah telinga simpatik di saat dia mencurahkan isi hatinya. Berilah selamat di saat dia sukses.”

~ Toni Yoyo ~

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *