“Can Do”

“If you have a positive attitude and constantly strive to give your best effort, eventually you will overcome your immediate problems and find you are ready for greater challenges.”

“Jika Anda memiliki sikap positif dan selalu berusaha untuk memberikan upaya terbaik Anda, akhirnya Anda akan mampu mengatasi masalah-masalah Anda dan menemukan bahwa Anda siap untuk menerima tantangan-tantangan yang lebih besar.”

~ Pat Riley ~

“Can Do”

(oleh: Toni Yoyo)

Jika dilakukan penelitian terhadap orang-orang yang gagal atau yang pencapaian hidupnya rendah atau biasa-biasa saja, kemungkinan akan muncul satu ciri yang sama, yaitu sikap mental tidak mampu melakukan (can’t do). Orang-orang yang memiliki sikap mental ini seringkali bukanlah orang-orang bodoh. Banyak dari mereka yang bahkan merupakan orang-orang pintar yang mengetahui banyak hal. Namun sayangnya kepintaran yang mereka miliki digunakan secara keliru untuk mencari tahu kenapa sesuatu itu sulit atau bahkan tidak bisa dilakukan; bukannya mencari tahu bagaimana sesuatu itu bisa atau mampu dilakukan (can do). Alhasil diri mereka terkungkung dalam pencapaian yang biasa-biasa saja atau bahkan tidak mencapai apa pun.

Kisah berikut menggambarkan bahwa sikap mental can’t do harus ditantang bahkan dilawan dengan can do untuk bisa menghasilkan karya yang bermanfaat.

*************************************************

Henry Ford adalah sosok terkenal dalam sejarah industri otomotif. Dia meraih sukses setelah berumur 40 tahun. Hingga sekarang namanya masih digunakan sebagai merek kendaraan. Henry Ford sebenarnya hanyalah manusia biasa yang tidak terlepas dari kekurangan atau hal-hal buruk. Meski pun Ford berpendidikan formal sangat sedikit, banyak dari kisah hidupnya yang berisi pelajaran-pelajaran berharga yang masih tetap relevan bagi banyak orang di zaman modern ini.

Suatu ketika Henry Ford memutuskan untuk memproduksi mesin V-8. Mesin yang dihasilkannya ini di kemudian hari menjadi sangat termasyhur. Dalam pikirannya, Ford ingin membuat sebuah mesin dengan delapan silindernya berada dalam satu blok.

Ford memerintahkan para insinyurnya untuk membuat rancangan mesinnya di atas kertas terlebih dahulu. Para insinyur tersebut adalah orang-orang berpendidikan yang menguasai prinsip matematika, fisika, dan keteknikan. Mereka tahu apa yang bisa dan tidak bisa menurut ilmu pengetahuan saat itu. Permintaan Ford ini termasuk yang tidak bisa menurut pengetahuan mereka. Semua insinyur sepakat bahwa tidak mungkin mencetak blok mesin delapan silinder dalam satu bentuk tunggal yang utuh.

Para insinyur segera melaporkan hasil kesepakatan mereka dan menjelaskan kepada Ford bahwa mesin V-8 tidaklah mungkin secara keteknikan maupun ekonomis. Tetapi Ford hanya berkata singkat, ”Buatkan saja untukku mesin dengan delapan silindernya dalam satu blok.”

Para insinyur serempak menjawab, ”Namun hal itu mustahil!” Ford memerintah dengan nada lebih keras, ”Teruskan saja. Dan terus kerjakan sampai kalian berhasil, tidak peduli berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menghasilkannya,” sambil meninggalkan para insinyur yang terbengong-bengong karena kaget.

Para insinyur pun terus bekerja. Tidak ada pilihan lain bagi mereka jikalau masih ingin tetap bekerja selain melakukan apa yang diperintahkan oleh Ford. Enam bulan sudah berlalu dan belum ada sesuatu pun yang terjadi. Enam bulan berikutnya juga lewat dengan cepat tanpa ada kemajuan yang mereka capai. Para insinyur telah mencoba setiap rencana yang dapat mereka pikirkan untuk merealisasikan perintah tersebut. Namun tetap saja perintah Ford adalah tidak mungkin dilakukan karena tidak sesuai dengan berbagai pengetahuan yang mereka miliki.

Setelah setahun berlalu, Ford mengumpulkan kembali semua insinyurnya dan menanyakan kemajuan dari permintaan yang pernah dia sampaikan. Dengan kekuatiran bahwa Ford akan menjadi marah, para insinyur memberanikan diri untuk mengatakan kembali bahwa mereka sudah mencoba berbagai macam cara, tetap saja permintaan Ford tidak mungkin dilakukan. Mereka jelaskan berbagai cara yang sudah mereka lakukan dan kegagalan yang mereka temui.

Ford memang menjadi sangat marah dan dengan berteriak keras berkata kepada para insinyurnya, ”Teruskan saja lebih giat upaya kalian. Saya menginginkan jenis mesin tersebut dan saya yakin bahwa saya pasti akan mendapatkannya. Kalian harus mampu merealisasikannya.”

Para insinyur terus bekerja dan berupaya lebih keras. Keyakinan Ford telah mendorong mereka menantang ulang sikap mental can’t do yang sudah terpatri di dalam pikiran mereka semua. Mereka mencoba untuk tidak terpaku kepada pengetahuan yang sudah mereka miliki saat itu. Mereka buka wawasan mereka terhadap kemungkinan-kemungkinan baru. Segala sesuatunya memang tidak berjalan dengan mudah. Namun pada akhirnya mereka mampu mempersembahkan apa yang diminta oleh Henry Ford.

*************************************************

Sikap mental mampu melakukan (can do) yang didesakkan oleh Henry Ford kepada para insinyurnya telah menghasilkan karya besar. Karena ada seorang Henry Ford yang tidak tahu atau lebih tepat tidak mau tahu bahwa mesin V-8 adalah tidak bisa, terwujudlah jenis mesin yang sangat fenomenal tersebut.

Seringkali ketidaktahuan atau ketidakmautahuan bisa mengalahkan pengetahuan karena memungkinkan orang-orang keluar dari kungkungan pengetahuan yang ada saat itu guna mencari pengetahuan baru yang lebih baik atau maju. Sejarah telah membuktikan bahwa ilmu pengetahuan berkembang karena keberadaan orang-orang yang selalu menantang dan tidak menganggap absolut kebenaran dari pengetahuan yang sudah ada.

Oleh karena itu, milikilah sikap mental mampu melakukan (can do) dalam diri kita. Niscaya kita akan selalu tertantang untuk terus mencoba dan berupaya mengeluarkan seluruh potensi, bakat, dan kemampuan terbaik dari dalam diri kita. Alhasil kesuksesan dan kebahagiaan akan lebih mudah kita raih dalam kehidupan ini karena kita sudah mengeluarkan diri kita yang sesungguhnya.

“Jika kita berpikir bisa maka kita pasti bisa. Demikian pun jika kita berpikir tidak bisa maka kita pasti tidak bisa. Apa pun yang kita pikirkan, itulah yang terjadi.”

~ Toni Yoyo ~

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *