“Jadilah Orang Tua Terampil Dengan Belajar Lebih Banyak Tentang Anak”

“Parenting, similar to aging, is not for the faint of heart. It is a sacred journey, filled with learning experiences for both parties, not all of which are easy. This journey requires that we are brave, honest, noble and resilient. Love for our children carries us through this journey and encourages us to feel more, give more, and be more than we ever thought we were capable of.”

“Pengasuhan anak, mirip dengan penuaan, bukan untuk orang yang lemah hati. Ini adalah perjalanan sakral, yang diisi dengan pengalaman belajar bagi kedua belah pihak, yang tidak semuanya mudah. Perjalanan ini menuntut kita untuk berani, jujur, mulia dan tangguh. Cinta untuk anak-anak kita akan membawa kita melalui perjalanan ini dan mendorong kita untuk merasakan lebih banyak, memberi lebih banyak, dan menjadi lebih dari yang pernah kita pikirkan apa yang kita bisa.”

~ Jeanmarie Wilson ~

“Jadilah Orang Tua Terampil Dengan Belajar Lebih Banyak Tentang Anak”

(oleh: Toni Yoyo)

Menjadi orang tua yang terampil merupakan keahlian yang harus dilatih. Tidak banyak orang tua yang memiliki bakat sejak lahir untuk menjadi orang tua yang terampil atau ahli. Kebanyakan orang tua harus belajar terlebih dahulu, lalu mempraktikkan pengetahuan teorinya, baru bisa menjadi orang tua yang terampil atau ahli. Keterampilan atau keahlian akan terbentuk jika dilakukan secara berulang-ulang.

Bayangkan orang yang belum bisa naik sepeda lalu diajarkan teori bersepeda. Dengan mengingat semua teori bersepeda dari A sampai Z, apakah dia lantas bisa bersepeda dengan lancar dan aman? Tentu saja tidak. Dia harus mempraktikkan teori-teori tersebut. Awalnya dia akan mengalami kegagalan, terjatuh, terluka, dan sakit. Jika dia lantas berhenti, takkan bisa dia bersepeda sesuai dengan keinginannya. Dia harus terus mencoba, menjadi semakin baik, dan akhirnya menjadi lancar bersepeda. Setelah lancar, bahkan teori pun tidak lagi diingat sewaktu dia bersepeda.

Orang tua bisa mendapatkan pengalaman langsung dalam menumbuhkembangkan anak, lalu mengakumulasi pengalaman-pengalaman tersebut sehingga bisa bertransformasi menjadi orang tua yang terampil. Orang tua juga bisa belajar dari berbagai sumber yang mengajarkan berbagai pengalaman orang-orang lain dalam mentransformasikan diri menjadi orang tua yang terampil. Intinya, orang tua harus belajar banyak tentang anak dan berpraktik langsung menumbuhkembangkan anaknya, barulah bisa menjadi orang tua yang terampil.

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi, informasi tentang apapun kemungkinan tersedia di internet. Informasi di internet tersedia secara mudah dan murah bagi siapapun yang mau mengaksesnya. Demikian juga dengan berbagai pengetahuan tentang cara-cara parenting yang baik dan benar. Orang tua dapat mengakumulasi banyak pengetahuan menumbuhkembangkan anak yang bagus, relevan, dan berguna di internet untuk diterapkan ke anaknya.

Keterampilan orang tua dalam menumbuhkembangkan anak bukanlah keniscayaan. Keterampilan tersebut akan menjadi milik orang tua yang mau mempraktikkan pengetahuan parenting yang sudah dimilikinya, bukan hanya sekedar “omdo” (omong doang) atau sok pintar.

Oleh karenanya, kebenaran yang sejati adalah orang tua harus belajar lebih banyak tentang anak. Bukan anak yang harus belajar lebih banyak tentang orang tua. Artinya jika orang tua tidak belajar lebih banyak tentang anak maka orang tua tersebut sudah melakukan kesalahan fatal. Tentu saja orang tua tidak boleh berhenti sebatas belajar saja karena hanya akan menjadi teori di kepala. Orang tua harus menindaklanjuti apa yang sudah dipelajari dengan mempraktikkannya, tidak hanya sekali melainkan berulang-ulang.

Anak zaman sekarang memiliki karakteristik yang jauh berbeda dengan generasi orang tuanya. Salah satunya disebabkan oleh kemajuan teknologi yang membuat perbedaan dalam menjalani kehidupan yang sangat nyata antar generasi. Perbedaan karakteristik ini bisa menimbulkan perbedaan kebutuhan. Dengan adanya perbedaan karakteristik antar generasi yang sangat signifikan, menuntut orang tua harus mau belajar lebih banyak tentang karakteristik generasi anaknya.

Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap karakteristik generasi anaknya, memungkinkan orang tua untuk bertindak secara lebih tepat dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak. Alhasil, keinginan orang tua terhadap anak akan lebih mungkin terwujud. Jadi orang tua perlu menyesuaikan cara-cara parentingnya guna memenuhi keinginan atas diri anaknya.

Ingatlah wahai orang tua, perbedaan generasi berarti ada perbedaan karakteristik antara Anda dengan anak Anda. Oleh karenanya, Anda harus belajar banyak untuk memastikan Anda siap menumbuhkembangkan anak secara tepat.

“Menjadi orang tua yang terampil menumbuhkembangkan anak merupakan keahlian yang harus dilatih. Hampir tidak ada orang tua yang memiliki bakat sejak lahir untuk menjadi orang tua yang terampil dalam menumbuhkembangkan anak. Kebanyakan orang tua harus belajar terlebih dahulu, lalu berpraktik, baru bisa menjadi terampil.”

~ Toni Yoyo ~

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *