“Menjadi Orang Tua yang Baik dan Benar adalah Salah Satu Peran Tersulit di Dunia”

“What it’s like to be a parent: It’s one of the hardest things you’ll ever do but in exchange it teaches you the meaning of unconditional love.”

“Bagaimana rasanya menjadi orang tua: Itu salah satu hal tersulit yang pernah Anda lakukan, tetapi sebagai gantinya itu mengajari Anda arti cinta tanpa syarat.”

~ Nicholas Sparks ~

“Menjadi Orang Tua yang Baik dan Benar adalah Salah Satu Peran Tersulit di Dunia”

(oleh: Toni Yoyo)

Dalam kehidupan ini, umumnya setiap orang memiliki dan menjalankan lebih dari satu peran. Kita memiliki peran sebagai anak bagi orang tua kita, menjadi orang tua bagi anak kita, merupakan saudara bagi saudara-saudara kita, adalah teman sekerja bagi teman-teman kerja kita, menjadi tetangga bagi tetangga-tetangga di sekitar rumah kita, dan masih banyak lagi. Berbagai peran tersebut harus kita emban dan penuhi dengan sebaik-baiknya. Seringkali tidak semua peran bisa dipenuhi secara maksimal karena keterbatasan kita sehingga harus ada prioritas atas berbagai peran tersebut.

Jika dilakukan survei terhadap berbagai peran manusia di dunia, di mana setiap orang harus memeringkat atau membuat rangking terhadap berbagai peran yang dijalani, dimulai dari yang paling sulit hingga yang paling mudah, sangat mungkin “menjadi orang tua yang baik dan benar” menduduki peringkat atas dalam rangking peran seorang manusia. Hasil survei seperti ini tidaklah mengejutkan. Memang seperti itulah kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari.

Jika pengukuran keberhasilan para orang tua dalam menjalankan peran terhadap anak-anaknya adalah banyaknya anak-anak yang ditumbuhkembangkan secara maksimal, akan banyak orang tua yang belum menjalankan atau memenuhi peran kepada anak-anaknya secara maksimal. Hal ini tak dapat dipungkiri dengan banyaknya ditemukan anak-anak yang tanggung dalam pencapaian kehidupannya, yang tidak memiliki arah yang jelas dalam menjalani kehidupannya.

Boleh dikata orang tua harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kecerdasan yang lengkap untuk bisa menumbuhkembangkan anaknya. Hal ini dikarenakan banyaknya aspek dalam diri anak yang harus ditumbuhkembangkan. Tanpa mau belajar banyak tentang parenting dan mempraktikkan apa yang sudah dipelajari, orang tua jangan berharap anaknya akan dapat bertumbuh kembang menjadi pribadi yang sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk mampu mengelola dan menumbuhkembangkan anak secara maksimal dalam kehidupan ini, orang tua harus mengetahui berbagai aspek, di antaranya sumber daya manusia, operasional, pemasaran, keuangan, dan sistem informasi.

Untuk menjalankan perannya secara maksimal, orang tua juga perlu mengetahui berbagai bidang, di antaranya religiositas, psikologi, sosiologi, budaya, komunikasi, motivasi, negosiasi, identifikasi dan pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.

Orang tua juga harus memiliki beberapa macam kecerdasan (quotient) yang memadai, yakni IQ (Intellectual Quotient/kecerdasan intelektual), EQ (Emotional Quotient/kecerdasan emosi), AQ (Adversity Quotient/kecerdasan menghadapi kesulitan), CQ (Creative Quotient/kecerdasan kreatif), dan SQ (Spiritual Quotient/kecerdasan spiritual).

Meskipun terdengar cukup berat dan menantang, janganlah orang tua lalu takut menjalankan peran sebagai orang tua. Peran tersebut sangatlah mulia karena menentukan tumbuh kembangnya anak, yang bagi sebagian orang menganggap anak sebagai “titipan” Ilahi.

Ingatlah wahai orang tua, Anda perlu melengkapi diri dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan kecerdasan yang cukup lengkap untuk bisa menumbuhkembangkan anak Anda. Selanjutnya, Anda perlu mempraktikkannya secara cermat, telaten, disiplin, dan konsisten, barulah ada hasil sesuai yang diharapkan. Ambillah tanggung jawab penuh untuk menumbuhkembangkan anak Anda.

“Menjadi orang tua yang baik dan benar adalah salah satu peran tersulit di dunia karena membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan kecerdasan yang cukup lengkap untuk bisa menumbuhkembangkan anak. Namun demikian, janganlah orang tua takut menjalankan peran mulia ini.”

~ Toni Yoyo ~

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *