“Menjadi Orang Tua yang Baik dan Benar Itu adalah Suatu Keahlian atau Keterampilan, Bukan Pengetahuan”

“The greatest joy a parent can have and an affirmation of being an outstanding role model is when your child tells you she wants to be just like you. So be the most outstanding you because when you become a parent one day, your children will be proud to be just like you.”

“Sukacita terbesar yang dapat dimiliki orang tua dan penegasan sebagai teladan yang luar biasa adalah ketika anak Anda memberi tahu Anda bahwa dia ingin menjadi seperti Anda. Jadilah diri Anda yang paling luar biasa karena ketika Anda menjadi orang tua suatu hari nanti, anak-anak Anda akan bangga menjadi seperti Anda.”

~ Kailin Gow ~

“Menjadi Orang Tua yang Baik dan Benar Itu adalah Suatu Keahlian atau Keterampilan, Bukan Pengetahuan”

(oleh: Toni Yoyo)

Apa perbedaan antara “pengetahuan” (knowledge) dengan “keahlian” atau “keterampilan” (skill)? Pengetahuan bersifat teori dan berhubungan dengan intelektual atau inteligensi, sedangkan keahlian atau keterampilan bersifat praktik (melakukan) dan berhubungan dengan kebiasaan. Artinya, tidak otomatis pengetahuan akan menjadi keahlian atau keterampilan. Dibutuhkan praktik, waktu, dan proses untuk mengkonversikan pengetahuan menjadi keahlian.

Ingatkah dulu sewaktu kita belajar dan akhirnya bisa naik sepeda? Coba diingat-ingat tahapan yang harus dilalui. Secara umum untuk bisa bersepeda dengan baik dan benar, tahapannya adalah:

* Tersedia sepeda yang layak dikendarai.

* Belajar teori atau pengetahuannya terlebih dahulu, misalnya cek kelengkapan sepeda (ban, pedal, tempat duduk, rem, dan lain-lain), pertahankan fokus, seimbangkan tubuh, mengayuh pedal sesuai kondisi jalan dan kecepatan yang diinginkan, mengerem tidak dilakukan secara tiba-tiba atau mendadak, dan lain sebagainya.

* Mempraktikkan teori yang sudah dipelajari dengan mencoba mengendarai sepeda dan terus mencoba meskipun mengalami kegagalan atau terjatuh.

* Sekalipun sudah bisa mengendarai sepeda, perlu terus berlatih sampai menjadi ahli dan terampil.

Kita berpengetahuan banyak jika belajar banyak teori. Kita berkeahlian atau berketerampilan tinggi jika berulang-ulang mempraktikkan teori yang sudah diketahui. Keahlian atau keterampilan diperoleh karena melakukan sehingga menjadi kebiasaan, yang otomatis bisa dilakukan tanpa perlu berpikir atau berfokus kepada apa yang sedang dilakukan.

Setelah menjadi ahli atau terampil, teori seringkali tidak diperlukan lagi. Contohnya, setelah kita ahli atau terampil mengendarai sepeda, sewaktu berkendara tidak perlu lagi berpikir tentang teori bersepeda, otomatis kita bisa berkendara dengan baik. Seringkali kita bingung setelah tiba di tempat tujuan, kapan dan bagaimana kita mengayuh pedal, menggunakan rem, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, pengetahuan tidak otomatis menjadi keahlian atau keterampilan. Pengetahuan harus ditindaklanjuti dengan praktik atau latihan. Berpengetahuan memang baik, namun yang terbaik adalah berkeahlian atau berketerampilan. Orang yang berpengetahuan namun tidak berketerampilan, termasuk kelompok NATO (No Action Think Only). Thinking is good but taking action is the best (berpikir itu baik tetapi mengambil tindakan adalah yang terbaik).

Menjadi orang tua yang baik dan benar, yang mampu menumbuhkembangkan anak, merupakan keahlian atau keterampilan, bukan pengetahuan. Baik sekali jika orang tua mau belajar banyak sehingga memiliki pengetahuan banyak untuk menumbuhkembangkan anak. Namun yang terbaik adalah orang tua mempraktikkan berbagai pengetahuan tersebut sehingga menjadi keahlian atau keterampilan. Itulah nilai utama dari parenting yang baik dan benar, bukan di pengetahuannya tetapi dalam praktiknya. Dari praktik parenting yang baik dan benarlah, anak diharapkan dapat bertumbuh kembang secara maksimal.

Ingatlah wahai orang tua, tanpa belajar dan berpraktik banyak dalam menumbuhkembangkan anak, sulit berharap anak Anda bisa bertumbuh kembang dengan sendirinya dalam kehidupan. Orang tua harus mengambil tindakan aktif guna belajar parenting yang baik dan benar, dan berpraktik sebanyak mungkin, barulah bisa menjadi orang tua yang baik dan benar dalam menumbuhkembangkan anak.

“Menjadi orang tua yang mampu menumbuhkembangkan anak, merupakan keahlian atau keterampilan, bukan pengetahuan. Setelah orang tua belajar banyak pengetahuan untuk menumbuhkembangkan anak, perlu mempraktikkannya sehingga menjadi keahlian atau keterampilan. Barulah anak diharapkan dapat bertumbuh kembang secara maksimal.”

~ Toni Yoyo ~

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *