“Orang Tua Baik dan Benar, Belum Tentu Anak Baik dan Benar Pula”

“Parents can only give good advice or put them on the right paths, but the final forming of a person’s character lies in their own hands.”

“Orang tua hanya dapat memberikan nasihat yang baik atau menempatkan anak-anaknya di jalan yang tepat, tetapi pembentukan akhir dari karakter anak-anaknya ada di tangan mereka sendiri.”

~ Anne Frank ~

“Orang Tua Baik dan Benar, Belum Tentu Anak Baik dan Benar Pula”

(oleh: Toni Yoyo)

Tantangan orang tua dalam menumbuhkembangkan anak di setiap zaman pasti berbeda-beda. Menumbuhkembangkan anak di masa lalu bukan berarti lebih mudah dibanding di masa sekarang, atau sebaliknya. Tidak ada satu pun zaman dimana orang tua mudah sekali menumbuhkembangkan anaknya tanpa tantangan atau kendala sama sekali. Setiap zaman memiliki tantangannya masing-masing.

Oleh karenanya, orang tua perlu berupaya keras untuk menumbuhkembangkan anaknya sehingga bisa menjadi individu yang mampu memaksimalkan dirinya dalam kehidupan. Hal ini harus dimulai dengan orang tua memiliki pemahaman yang memadai tentang apa saja tantangan yang harus dihadapi dalam menumbuhkembangkan anak.

Orang tua perlu selalu mengingat bahwa meskipun orang tua sudah relatif baik dan benar dalam kehidupan, tidak ada jaminan bahwa anaknya juga pasti baik dan benar. Sebaliknya, jika orang tua tidak baik dan tidak benar dalam kehidupan, kemungkinan besar anaknya juga tidak baik dan tidak benar.

Ada peribahasa yang mengatakan, “Like Father, Like Son” (pelesetannya “Like Mother, Like Daughter”) atau “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Dalam hubungan antara orang tua dan anaknya, untuk hal-hal yang kurang baik, peribahasa tersebut mudah berlaku. Namun untuk hal-hal yang baik, lebih sulit untuk berlaku. Jika orang tua berperilaku buruk, hampir pasti anaknya juga akan berperilaku buruk mengikuti orang tuanya.

Sebaliknya, jika orang tua berperilaku baik, belum tentu anaknya pasti akan berperilaku baik mengikuti orang tuanya. Keburukan seringkali lebih mudah diturunkan oleh orang tua ke anak dibandingkan dengan kebaikan. Keburukan seringkali menawarkan hasil cepat yang lebih enak dan nyaman dibandingkan dengan kebaikan.

Oleh karenanya, berhati-hatilah para orang tua. Jika Anda tidak baik dan tidak benar, kemungkinan besar anak Anda akan tidak baik dan tidak benar pula. Sebaliknya, jika Anda sudah baik dan benar, jangan lantas terlalu yakin bahwa anak Anda pasti baik dan benar pula. Orang tua perlu selalu memonitor secara tepat perilaku anak dari waktu ke waktu, baik perilaku anak saat orang tua hadir di dekatnya ataupun tidak.

Untuk hal-hal yang buruk, anak sangat mudah mengikuti orang tua, sedangkan untuk hal-hal yang baik, anak tidak serta merta mengikuti orang tuanya. Ini adalah fenomena yang umum dijumpai dalam kehidupan ini. Oleh karenanya, orang tua harus mendisiplinkan diri sendiri dan konsisten dalam berperilaku yang baik dan benar. Tidak mudah namun tidaklah mustahil. Yang penting orang tua harus selalu mengingat tujuan akhir dari praktik parenting yang sedang dilakukannya. Jangan sampai anak membawa nama buruk bagi orang tua dan keluarga di kemudian hari.

Ingatlah wahai orang tua, jagalah perilaku Anda supaya baik dan benar sehingga ada kemungkinan perilaku anak Anda juga bisa menjadi baik dan benar pula. Jika perilaku Anda tidak baik dan tidak benar, sangatlah besar kemungkinannya perilaku anak Anda juga tidak baik dan tidak benar.

“Tidak ada jaminan jikalau orang tua sudah baik dan benar, anaknya juga pasti baik dan benar. Namun jika orang tua tidak baik dan tidak benar, hampir pasti anaknya juga tidak baik dan tidak benar pula. Orang tua perlu berupaya keras untuk menumbuhkembangkan anaknya supaya bisa maksimal dalam kehidupan ini.”

~ Toni Yoyo ~

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *