“Orang Tua Harus Mau dan Mampu Melakukan Learn – Unlearn – Relearn”

“Many believe that parenting is about controlling children’s behavior and training them to act like adults. I believe that parenting is about controlling my own behavior and acting like an adult myself. Children learn what they live and live what they learn.”

“Banyak orang yang percaya bahwa pengasuhan anak adalah tentang mengendalikan tingkah laku anak dan melatih mereka untuk bertindak seperti orang dewasa. Saya percaya bahwa pengasuhan anak adalah tentang mengendalikan tingkah laku orang tua dan bertindak seperti orang dewasa. Anak-anak mempelajari apa yang mereka jalani dan menjalankan apa yang mereka pelajari.”

~ L.R. Knost ~

“Orang Tua Harus Mau dan Mampu Melakukan Learn – Unlearn – Relearn

(oleh: Toni Yoyo)

Banyak orang tua menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawabnya sebagai orang tua kepada anaknya dengan melakukan yang sama persis seperti yang dulu orang tua mereka lakukan kepadanya sewaktu dia masih anak-anak. Orang tua jenis ini belajar dari pengalaman masa lalunya. Bisa jadi karena pengalaman masa lalunya sangat membekas, terlepas dari benar ataupun salah yang orang tuanya lakukan dulu. Di masa sekarang, praktik-praktik lama diulang kembali kepada anaknya. Padahal meskipun sesuatu bagus di masa lalu, belum tentu akan tetap bagus di masa sekarang, apalagi di masa depan.

Ada pula orang tua yang mencoba menumbuhkembangkan anaknya dengan cara “trials and errors” (mencoba, terjadi kesalahan, memperbaikinya; lalu mencoba lagi yang lain, terjadi kesalahan lagi, memperbaikinya; dan seterusnya). Cara “mencoba-coba untuk tahu mana yang benar dan salah” ini selain membutuhkan waktu panjang dan upaya besar, juga hasilnya belum pasti alias tidak ada jaminan.

Dua hal tersebut adalah cara orang tua dalam melakukan “LEARN” (belajar) untuk menumbuhkembangkan anak. Namun kedua cara tersebut kemungkinan sudah tidak cocok lagi dengan kondisi sekarang. Selain karena berisiko tinggi terjadinya kesalahan akibat perbedaan karakteristik generasi orang tua dengan anaknya, juga waktu dan upaya besar yang harus dikeluarkan orang tua untuk melakukan “trials and errors” untuk hasil yang tidak pasti.

Orang tua zaman sekarang harus melakukan “UNLEARN” (melepas yang sudah dialami atau dipelajari dari orang tua sebelumnya). Cara-cara yang dulu baik dan benar, sekarang bisa jadi sudah tidak sesuai lagi (obsolete). Orang tua harus berlapang dada untuk tidak terikat melanjutkan cara-cara masa lalu guna menumbuhkembangkan anaknya di masa sekarang yang telah sangat berbeda karakteristiknya.

Selanjutnya, orang tua harus melakukan “RELEARN” (belajar kembali cara-cara baru). Anak zaman sekarang, yang sering disebut generasi milenial dan generasi-generasi berikutnya, memiliki karakteristik yang jauh berbeda dengan generasi orang tuanya. Perbedaan generasi dengan karakteristik antar generasi yang berbeda secara signifikan, menuntut orang tua harus mau belajar lagi lebih banyak tentang karakteristik generasi anaknya. Orang tua yang tidak mau melihat dan menerima kenyataan akan adanya perbedaan karakteristik yang semakin besar antar generasi, sama saja dengan mengundang bahaya besar dalam kehidupan mereka.

Jika diasumsikan secara rata-rata satu generasi lamanya sekitar 20 tahun maka minimal selisih orang tua dengan anaknya adalah satu generasi (jika usia orang tua sewaktu memiliki anak berada di rentang 20-40 tahun) atau dua generasi (jika usia orang tua sewaktu memiliki anak lebih dari 40 tahun). Jika satu generasi waktunya lebih pendek dari 20 tahun, selisih orang tua dengan anaknya bisa lebih dari dua generasi.

Dengan belajar lagi untuk memiliki pemahaman lebih baik terhadap karakteristik anaknya, memungkinkan orang tua untuk bertindak secara tepat dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan anaknya. Alhasil, keinginan orang tua terhadap anaknya akan lebih mungkin terwujud.

Ingatlah wahai orang tua, cara yang baik dan tepat dulunya sewaktu Anda masih anak-anak, sangat mungkin sudah tidak cocok lagi jika diterapkan kepada anak Anda di masa sekarang. Jika menginginkan hasil yang maksimal, orang tua harus mau dan mampu melakukan LEARN – UNLEARN – RELEARN. Meskipun tidak mudah untuk melakukannya, namun menjanjikan hasil bagus yang lebih pasti.

“Cara-cara menumbuhkembangkan anak yang dulunya baik dan tepat, sangat mungkin sudah tidak cocok lagi sekarang. Jika menginginkan hasil terbaik, orang tua harus mau dan mampu melakukan LEARN (belajar) – UNLEARN (melepas yang sudah dipelajari jika sudah tidak relevan) – RELEARN (belajar kembali yang relevan).”

~ Toni Yoyo ~

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *