“Orang Tua Perlu Mengubah Diri Sendiri Terlebih Dahulu Sebelum Mengubah Anaknya”

“We change our behavior when the pain of staying the same becomes greater than the pain of changing. Consequences give us the pain that motivates us to change.”

“Kita mengubah perilaku kita ketika rasa sakit karena tidak berubah menjadi lebih besar daripada rasa sakit karena berubah. Konsekuensi memberi kita rasa sakit yang lalu memotivasi kita untuk berubah.”

~ Dr. Henry Cloud & Dr. John Townsend ~

“Orang Tua Perlu Mengubah Diri Sendiri Terlebih Dahulu Sebelum Mengubah Anaknya”

(oleh: Toni Yoyo)

Kita mengenal banyak peribahasa, kalimat bijaksana, dan renungan yang bagus, yang bisa bertahan lama karena relevansinya terus terjaga meski berganti zaman. Seringkali, meskipun terlihat sederhana, kebanyakan di antaranya mengandung arti mendalam.

Salah satu dari renungan kuno tersebut, lebih kurang berbunyi:

“Saat masih ANAK-ANAK, saya ingin mengatur dan mengubah DUNIA.

Saat sudah REMAJA, saya ingin mengatur dan mengubah NEGARA.

Saat menjadi DEWASA, saya ingin mengatur dan mengubah MASYARAKAT.

Saat telah TUA, saya ingin mengatur dan mengubah KELUARGA.

Saat AKAN MENINGGAL, saya baru sadar bahwa seharusnya saya mengatur dan mengubah DIRI SENDIRI terlebih dahulu sebelum mengubah orang-orang atau hal-hal lainnya.”

Seringkali orang ingin mengatur dan mengubah orang-orang lain atau lingkungan di luar dirinya (eksternal). Seringkali pula hal ini sulit diwujudkan.

Sewaktu masih anak-anak keinginannya sedemikian besar mau mengatur dan mengubah dunia dan seisinya. Seiring berjalan waktu, dengan semakin besarnya dia, semakin kecil lingkup yang ingin diatur dan diubah olehnya. Hal ini dikarenakan kenyataan bahwa sangatlah sulit untuk melakukannya di lingkup yang terlalu besar. Menjelang akhir kehidupannya, barulah dia sadar bahwa seharusnya dari sejak mula, dia mengatur dan mengubah dirinya terlebih dahulu menjadi baik dan benar, barulah kemungkinan lingkungannya bisa melihat dan mencontoh dirinya menjadi baik dan benar pula.

Semakin luas lingkungan yang terpengaruh dan mencontohnya menjadi baik dan benar, dengan semakin banyaknya orang-orang lain dan lingkungan menjadi baik dan benar, sangatlah mungkin pada akhirnya dunia beserta isinya juga dapat menjadi lebih baik dan lebih benar.

Renungan tersebut juga berlaku bagi orang tua yang ingin mengatur dan mengubah anaknya menjadi baik dan benar. Terlalu banyak dan sering dalam praktiknya bahwa orang tua secara sepihak ingin membuat anaknya baik dan benar dengan menasihatkan banyak hal, memaksakan anak untuk melakukan keinginan orang tua, bila perlu dengan ancaman hukuman jika anak mengabaikannya.

Namun akan menjadi sesuatu yang absurd jika orang tua ternyata tidak mempraktikkan apa-apa yang dikatakan atau dimintakan kepada anaknya untuk dilakukan. Meskipun mungkin di depan orang tua, anak tidak berani menunjukkan ketidaksetujuan atau penentangan secara berterang, namun di belakang atau tanpa sepengetahuan orang tua, anak akan meremehkan dan bahkan mengabaikan kata-kata atau permintaan orang tuanya.

Seorang yang bijaksana pernah mengatakan, “Orang hendaknya tidak memperhatikan kesalahan-kesalahan orang lain, apa yang diperbuat dan tidak dibuatnya, melainkan memperhatikan apa yang dibuat dan tidak diperbuat diri sendiri.” Seseorang yang sudah memastikan bahwa dirinya sudah mempraktikkan hal-hal baik, akan lebih mudah mempengaruhi orang lain karena dirinya bisa menjadi contoh atau teladan bagi orang-orang yang lain. Jika dirinya belum baik dan benar, lalu meminta orang-orang lain untuk menjadi baik dan benar, kemungkinan kecil dapat terwujud.

Ingatlah wahai orang tua, pastikan diri Anda sendiri terlebih dahulu sudah baik dan benar, barulah lebih mudah bagi Anda untuk mengatur dan mengubah anak Anda menjadi baik dan benar pula. Yang pasti, jika Anda tidak baik dan tidak benar, hampir pasti anak Anda tidak baik dan tidak benar pula.

“Orang tua harus memastikan dirinya sendiri terlebih dahulu sudah baik dan benar, barulah lebih mungkin untuk mengatur dan mengubah anak menjadi baik dan benar pula. Sebelum mengatur dan mengubah anak, orang tua harus mengatur dan mengubah diri sendiri terlebih dahulu.”

~ Toni Yoyo ~

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *